Sheila Marcia

Sheila Marcia

Sheila Marcia

Dalam sebuah acara infotainment di sebuah stasiun televisi, artis Sheila Marcia Joseph (20) mengungkapkan perihal kehamilannya yang di luar nikah. Dengan santai, artis yang membintangi film Hantu Jeruk Purut (2006) itu menyatakan bahwa kehamilannya adalah kehendak Tuhan. Kalau Tuhan tidak menghendaki, tentu tidak akan terjadi kehamilan pada dirinya. Ia justru bersyukur bisa hamil karena hal itu menunjukkan bahwa ia perempuan seutuhnya.

Sekilas, tak ada yang aneh dari pernyataan itu. Tapi mari kita renungkan lebih lanjut. Tuhan memang Maha Kuasa. Semua peristiwa dan setiap gerak-gerik manusia di alam semesta ini berada dalam kekuasaan-Nya. Namun bukan berarti manusia lantas laksana robot yang tindak-tanduknya sudah diprogram sedemikian rupa oleh si pembuatnya. Apapun yang diperbuat manusia secara sadar, ia juga bertanggung jawab atas perbuatan itu. Manusia memiliki akal pikiran untuk menentukan perbuatan yang akan ia lakukan.

Salah satu pil pahit yang harus Sheila telan setelah kehamilannya adalah batalnya rencana pernikahannya dengan Delano Ezar, atlet basket asal Bali. Padahal rencana pernikahan itu sudah sedemikian mantap. Bahkan foto pre wedding pun sudah dibuat di sebuah pantai di Bali. Tentu saja bisa dimaklumi jika Delano membatalkan pernikahannya dengan Sheila. Ia tentu tidak rela menikahi perempuan yang sudah hamil duluan oleh lelaki lain.

Pembatalan pernikahan dengan Delano ini adalah yang kedua kali dialami Marcia. Sebelumnya, rencana pernikahan Sheila dengan Roger Danuarta juga dibatalkan meski undangan dan baju penganten sudah dibuat. Pembatalan itu diputuskan oleh keluarga Roger tak berselang lama usai Sheila Marcia tertangkap basah sedang pesta shabu di apartemen Golden Sky Pluit bersama 4 orang temannya pada (4/8/2008).

Saat sebuah perbuatan buruk dilakukan, manusia tidak bisa seenaknya menyatakan bahwa perbuatan itu adalah kehendak Tuhan. Jika pernyataan itu dibenarkan, maka hal itu sama saja menuding bahwa Tuhan tidak Maha Suci, karena Ia menghendaki perbuatan buruk. Betapa enaknya para penjahat jika saat mereka tertangkap melakukan kejahatan, mereka mengatakan bahwa perbuatan jahat itu adalah kehendak Tuhan.

Manusia memang sering membawa-bawa nama Tuhan saat mereka tersandung masalah. Padahal saat awal masalah itu mereka perbuat, mereka tidak mengingat Tuhan bahkan mereka menentang apa yang Ia larang. Saat masalah itu menjadi besar dan menyudutkan dirinya, lucunya manusia baru mengingat Tuhan dan menyatakan bahwa itu adalah kehendak-Nya.

Sheila juga mengklaim kehamilannya yang di luar nikah sebagai anugerah Tuhan dan pertanda dirinya sebagai perempuan seutuhnya. Betulkah demikian? Bagi saya, suatu anugerah Tuhan tentu diberikan dengan cara yang suci dan baik, karena Tuhan memang Maha Suci dan Maha Baik. Harta yang diperoleh dengan cara mencuri bukanlah anugerah Tuhan, namun musibah dan kutukan dari-Nya. Berhubungan seksual sebelum Tuhan membolehkan dalam rumah tangga yang sah, adalah sama saja tindakan pencurian.

Selanjutnya, kehamilan bukanlah pertanda perempuan seutuhnya. Sungguh kasihan dan sangat tidak adil bagi para perempuan mandul jika kehamilan dianggap sebagai pertanda keperempuanan seutuhnya. Perempuan yang mandul pun tetaplah perempuan. Tak berkurang eksistensinya sebagai perempuan jika ia tidak bisa hamil. Kehamilan memang hanya bisa dialami perempuan. Namun tidak semua perempuan bisa hamil.

Di usianya yang masih belia dan karier yang lagi meroket, Sheila justru merusak sendiri masa depan dan kariernya dengan pesta narkoba. Belum selesai masa penahanannya karena kasus narkoba itu, ia kembali berulah dengan seks bebas hingga hamil di luar nikah. Tak urung, ia pun kini harus menjalani hari-hari kehamilannya di balik jeruji penjara yang pengap. Sungguh, merupakan potret buram yang tak elok untuk dijadikan contoh.