“PKS, MUSUH GUE,” kata anti koruptor

  • Whatsapp

Saya masih ingat sekali, ada baliho besar yang ada di pinggir jalan di daerahku. Saat itu musim kampanye legislatif 2009. Di baliho, terdapat tulisan besar: “PKS MUSUH GUE,” kata koruptor. Di bawahnya, terdapat foto Mahfudz Siddiq yang saat itu mencalon diri kembali sebagai anggota DPR dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kini Mahfuz sudah terpilih sebagai anggota DPR, dan terus terang, saya termasuk orang yang memilih beliau saat itu.

Tapi kini saya juga merasa dikhianati. Saya menyangka, jargon yang terpasang di baliho itu menunjukkan bahwa Mahfudz seorang yang betul-betul siap berperang dengan koruptor. Tapi apa lacur? Beliau justru membela pandangan koleganya, Fahri Hamzah, yang menginginkan pembubaran Komisi Pemberantasan Korupsi. “Komisi III termasuk Fahri Hamzah sebagai unsur pimpinannya punya kewajiban konstitusional untuk perankan fungsi kontrol dan sikap kritis terhadap KPK,” bela Mahfudz.

Bacaan Lainnya

Keinginan Fahri itu bukanlah terlontar karena salah omong yang kemudian diralat kembali. Dengan tegas ia menyatakan hal itu berkali-kali di media televisi saat acara talkshow sebuah stasiun televisi. Bahkan, ia mengulangi kembali keinginan itu di forum resmi saat rapat konsultasi DPR dengan KPK, Kapolri, dan Kejaksaan Agung. “Lebih baik KPK dibubarkan, karena saya tidak percaya institusi superbody dalam demokrasi. Tidak boleh ada institusi superbody dalam demokrasi,” kata mantan Ketua KAMMI dengan tegas.

Sikap Mahfudz dan Fahri Hamzah tersebut tak urung mencoreng citra PKS yang selama ini digembor-gemborkan sebagai partai yang bersih dan anti korupsi. Apalagi setelah ada anggota PKS yang tersangkut soal pidana atau etika. PKS pun terancam ditinggalkan para pemilihnya. Untuk mengingatkan kembali, Misbakhun, salah satu anggota DPR dari PKS sempat meringkuk penjara karena kasus pemalsuan dokumen. Ada juga Arifinto yang tertangkap basah sedang membuka video porno saat sidang DPR. Anehnya, kedua orang itu justru masih dibela oleh PKS. Keduanya masih menduduki jabatan sebagai anggota DPR.

PKS kini adalah tak ubahnya dengan partai lain. Jargon-jargon manis yang bertaburan saat kampanye dulu, kini hanya tinggal kenangan sejarah. Layaknya kereta api kelas ekonomi yang memuat banyak penumpang, kini PKS sudah tidak bisa mengontrol lagi para kadernya. Dulu ketika masih partai “kecil”, PKS seperti kereta api eksekutif. Kadernya masih sedikit dan jauh dari berita korupsi dan asusila. Yah, sudahlah. Saya jadi teringat dengan lagu Ayu Tingting, Alamat Palsu. Kalau Ayu Tingting tertipu dengan alamat palsu, saya tertipu dengan partai palsu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

25 Komentar

  1. Menurutku PKS tetap seperti yang dulu bersih.. Apa sudah vonis akhir kalau PKS bersalah?

    Abu Alghifari, saya tidak memvonis PKS bersalah. Vonis akhir tentu saja wewenang pengadilan. Terus terang, saya masih cinta PKS, meskipun saya juga sangat kecewa dengan fenomena di tubuh PKS sekarang. Tulisan ini paling tidak merupakan kritik dari seorang simpatisan agar jangan sampai PKS ditinggalkan oleh para pemilihnya.

  2. hmm..bentuk tulisannya rasa2 antipati dan bukan kritikan…bukan bahasa cinta tapi mulai membenci 🙂

    Insya Allah, saya menulis bukan berdasarkan kebencian. Saya berharap Fahri Hamzah dan Mahfuzh bukan mewakili suara PKS sesungguhnya. Kalau pun ada bahasa yang terkesan antipati, itu karena terpengaruh bahasa Fahri Hamzah yang juga antipati dengan KPK.

  3. Sudah Jelas bahwa bahasa beliau berdua bukan suara PKS akan tetapi suara aspirasi masing2 anggota Partai..

  4. dimana mana PKS adalah pengkhianat suka membohongi umat dan bahkan dg sesama partai Islam dr urusan PILKADA mpe urusan Fraksi, yang dikejar 2 hal Uang dan jabatan
    kadang juga suka memfitamh dan menghalalkan segala cara, tahukan pola hidup DPR PKS udah bermewah2..

  5. Di Indonesia kalau sudah bermain politik kalau benar pasti akan di gulingkan oleh rekannya sendiri,, jadi kadang bingung juga benar disalahkan, salah di benarkan, miris

  6. sekarang makin terbukti pks bukan lagi partai bersih yang selama ini digembar gemborkan,presidennya aja korup,udah gitu partainya pake berkelit lg dengan isu konspirasi..ngaca dongg..

  7. “Semakin tinggi pohon semakin kuat juga diterpa angin”, demikian pula PKS saat ini…sampai saat ini satu-satunya partai islam yg msih konsisten tuk mngawal dan mmperjuangkan aspirasi rakyat adalah PKS….

  8. Astaghfirullah…kepada yang bersu’udzhon berhati-hatilah kalo yg anda tuduhkan tidak benar karena akan kembali kpd anda. kalo anda benar itu adalah ghibah. kayaknya nggak ada untungnya. Kpd saudaraku yg berjuang menegakkan kebenaran bersabarlah dan bersiap-siaplah karena setan akan selalu menunggangi orang2 yg dengki. jagalah hati nurani kita spy tdk kotor dan bantahlah mereka dengan cara yang ihsan (baik). Mereka membuat rencana Allah juga membuat rencana, sesungguhnya Allah swt rencana Allah itu yg akan menang.

  9. Kritik boleh,etika jg hrs diikuti.Orang beriman n bertaqwa tidak cepat bereaksi.Krn takut hukum ALLAH S.W.T. Siapapun bisa kena maslah tdk terlepas dia seorang Ulama,Pemimpin Negara.Politikus,Eksekutif,Yudikutif , Legislatif,Pendidik dsb.Kita jg harus menyadari yg menjdi permasalah utama pd bangsa ini MORAL,ETIKA.Tau Ilmunya Agama dan Dunia tapi krisis Moral n Etika, ahirnya Negeri Kita ini Hancur n Rusak dilanda Korupsi,penghianatan,penghasutan dan penjebakan agar Orang lain masuk lingkaran Koruptor. 1000 KPK tdk bisa menyelesaikannya, Kalau KPK jg tidak bermoral dan beretika. Astaghfirull:alazim. Mari Kita Bertaubat dan mulai dari diri sendiri dari hal yg terkecil utk bermoral dan beretika agar Kita Bahagia Ahirat dan Dunia, bangsa Kita Makmur , Sejahtera dan berkeadilan. Insya Allah

  10. ya gitu lah gan, kini bukan istilah politi lagi melainkan POLICIK.
    jadi semua itu adalah orang-orang licik aja, walau ada 1 2 orang yang berhati suci tapi kalo yang lain Licik mah akan terkontaminasi gan,, hehe,, hidup indonesia