racheedus.com

Kepenghuluan

Tema utama buku ini sebenarnya membahas tentang dilema penghulu saat memutuskan perkara di lapangan. Sang penghulu berada di antara dua pilihan sumber keputusan hukum, yaitu fikih berbagai kitab kuning, dan regulasi pemerintah.

Kepenghuluan

Golongan homoseksual, waria, wandu, banci, atau istilah-istilah lain sejenis adalah orang-orang yang harus dihargai dan dilindungi karena memiliki “kekurangan”, baik karena memang faktor biologis atau karena faktor psikologis. Mereka harus dibimbing dan diarahkan, terutama oleh para psikolog agama, agar mereka bisa menerima keadaan mereka namun juga tidak menentang aturan Tuhan untuk menjalani kehidupan seksual yang sesuai dengan aturan-Nya.

Kepenghuluan

Ada jasa penyelenggara pesta pernikahan itu yang menjalankan tugasnya dengan baik dan profesional. Namun, ada pula yang justru sebaliknya. Sangat tidak profesional dan berantakan. Untuk itulah, mari kita perhatikan beberapa tip berikut sebagai panduan untuk memilih WO yang baik agar Anda tidak kecewa

Kepenghuluan

Kebahagiaan dalam rumah tangga bukanlah sesuatu yang jatuh dari langit. Ia harus diupayakan dengan sekuat tenaga. Rumah tangga bahagia bukanlah berarti rumah tangga yang tak pernah tidak terjadi masalah dan konflik. Rumah tangga bahagia bukanlah karena suami istri yang sempurna, tapi justru karena menyadari ketidaksempurnaan.

Dengan alasan untuk menolong dan menghindari zina, segelintir orang lantas berani menikahkan sepasang insan meskipun tidak ada walinya. Untuk memuluskan pernikahan itu, lantas diangkatlah wali muhakkam. Pada beberapa kasus wali muhakkam, alasan digunakan lebih bersifat pribadi untuk menghindari prosedur resmi yang semestinya ditempuh. Misalnya, yang terakhir adalah kasus poligami tidak resmi yang dilakukan seorang penyanyi terkenal.

Sosial Budaya

Sebagaimana dicatat oleh Ibnu Hibban dalam as-Sirah an-Nabawiyah wa Akhbar al-Khulafa, shalat Idul Adha pertama kali dalam sejarah Islam dilaksanakan pada tahun 2 Hijriah (624 M). Saat itu, kondisi umat Islam masih dalam kondisi belum stabil. Gangguan keamanan dari pihak musuh masih sering terjadi. Pelaksanaan Hari Raya menjadi momentum umat Islam untuk merayakan suka cita dan menunjukkan kekuatan di hadapan pihak musuh.

Kepenghuluan

Hal yang sering kali luput dalam materi khotbah adalah wasiat takwa. Sang khatib sibuk memberikan materi khotbah sampai ke sana ke mari. Materinya lebih mirip pengajian atau sambutan biasa. Bahkan terkadang diselingi dengan bumbu guyonan sehingga mengurangi nilai sakral khotbah. Padahal, khotbah nikah tetap harus mengacu kepada rukun khotbah. Mereka tidak bisa membedakan antara khotbah dengan sambutan dan pengajian biasa.

Tokoh

“Lalat yang berkumpul di sebuah bangkai lebih bagus daripada ulama yang berkumpul di depan pintu penguasa.”

Demikianlah, kalimat yang disebutkan oleh Ustaz Haikal Hasan dalam salah satu unggahan video di media sosial. Dan menurut sang ustaz, kalimat itu adalah perkataan Ka’ab bin Malik. Kalimat tersebut terus dipabrikasi sejak beberapa tahun silam, bahkan dibuat meme sehingga tersebar luas di media sosial.

Dalam UU Perkawinan Nomor 1 Tahun 1974, pernikahan yang terjadi antara warga negara Indonesia (WNI) dengan warga negara asing (WNA) disebut pernikahan campuran. Negara asal WNA tentu saja memiliki hukum perkawinan yang berbeda. Namun ketika akan dicatat di wilayah hukum Indonesia, perkawinan itu harus sesuai dengan hukum perkawinan  yang berlaku di Indonesia.