Main Poker, Asisten Pastor Menang 100.000 Dollar

Andrew Trapp

Columbia, South Carolina – Seorang imam gereja Katolik asal Carolina Selatan, Amerika Serikat, baru saja memenangkan hadiah sebesar $ 100.000 dalam sebuah turnamen poker yang disiarkan televisi sekitar seminggu silam. Namun ia kalah dalam memperebutkan hadiah utama sebesar 1 juta dolar. Jika, kurs 1 dolar sama dengan Rp. 9.000, berarti sang pendeta mengantongi uang sebesar 900 juta rupiah! Sang pendeta berharap keikutsertaannya dalam turnamen tersebut memberi para pemirsa kesan fun dalam pandangan mereka terhadap dunia kepastoran.

Andrew Trapp mengatakan, ia mengikut turnamen poker online bertajuk Million Dollar Challenge (Tantangan 1 Juta Dolar) yang diselenggarakan situs PokerStars.net. Sang imam ingin membantu penggalangan dana sebesar 5,5 juta dolar untuk pembangunan sebuah gedung baru Gereja Katolik Santo Michael. Dia ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa imam gereja juga manusia biasa.

“Paling tidak, meskipun misalnya saya tidak memenangkan hadiah uang seperak pun, saya berharap hal itu akan membantu orang untuk melihat bahwa para imam gereja bisa bersenang-senang sebagaimana orang lain biasa. Mudah-mudahan masyarakat mendapatkan kesan yang sedikit berbeda dari gambaran imam gereja selama ini,” ujar Trap, yang menjabat asisten pastor, pada Selasa (22/12/2009).
.
Hadiah utama turnamen itu disabet oleh seorang pensiunan polisi dari New York, Mike Kosowski. Namun, Trapp memenangkan hadiah sebesar seratus ribu dolar, yang tak dikenai pajak, dalam babak semi final pada bulan Oktober silam. Hadiah itu akan digunakan Trapp untuk membantu pembangunan gereja, yang telah mengumpulkan $ 4 juta setelah empat tahun penggalangan dana.

Pada episode terakhir tayangan turnamen poker tersebut, kru kamera memfilmkan misa Minggu di gereja tempat selama ini Trapp membaktikan hidupnya. Gereja tersebut terletak sekitar 10 mil barat daya dari Myrtle Beach. Dalam episode tersebut, ditayangkan rekaman saat Trapp berbicara tentang perlunya gedung baru.

“Tuhan memberi saya hadiah ‘

“Gereja itu sudah terlalu tua dan sempit. Tidak sesuai dengan kebutuhan kami. Bangunannya juga sudah sangat rentan jika badai datang,” katanya dalam sebuah segmen di PokerStars.net.

Dia menambahkan, “Tuhan memberi saya hadiah dari permainan kartu yang memang saya sukai dan menjadi hobi. Saya akan menggunakan hadiah itu untuk membantu membangun gereja kami. Hal itu betul-betul membahagiakan buat saya.”

Sebagai bentuk dukungan terhadap Trapp, anggota jemaat berkumpul pada Minggu sore di gereja untuk menonton putaran akhir turnamen poker tersebut melalui televisi setempat.

Pemuda berusia 28 tahun dan penduduk asli Aiken Carolina itu mengatakan, ia mulai bermain poker di sekolah menengah dalam pertemuan keluarga. Tapi saat mengikuti pendidikan seminari di Columbus, Ohio, ia belajar teknik poker, Texas Hold ‘Em.

“Kami hanya bermain untuk bersenang-senang,” katanya. “Itu hanya cara untuk bergaul dengan satu sama lain dan bersenang-senang antar kawan.”

Ditahbiskan pada bulan Juli 2007, Trapp adalah imam Katolik yang termuda di keuskupan negara bagian tersebut.

“Banyak orang muda di luar sana, pemuda Katolik, tidak pernah melihat seorang imam muda,” katanya, seraya menambahkan bahwa mungkin acara tersebut akan membuatkan orang lain untuk mempertimbangkan profesi sebagai imam gereja.

Sebelum bermain, Trapp telah mendapat izin dari pastornya Keuskupan Charleston kemudian memberinya izin untuk tampil dalam turnamen poker yang ditayangkan di TV tersebut.

Joseph Ohens, seorang asisten uskup, menegaskan bahwa Trapp telah memiliki izin dari uskup. “Dia ingin menunjukkan kepada dunia bahwa imam adalah manusia seperti setiap orang lain di antara kita. Dia ingin melakukan demistifikasi terhadap dunia imamat gereja.”

Atraksi Sang Imam Bermain Poker

Untuk mendapatkan tempat di final poker, Trapp harus berhasil menempatkan diri dalam ranking 10 teratas dalam turnamen internet gratis yang melibatkan 10.000 peserta tersebut. Ia juga menyerahkan dua menit audisi.

Trapp mengatakan, ia tahu ia akan berhasil jika dia bisa memperoleh hak untuk audisi. Seorang imam yang ikut bermain poker, pasti akan menarik perhatian dan menyedot para penonton. Ia pun bermain dalam pakaian imam. Ia sudah terbiasa mengenakan busana seperti itu. “Sudah tidak aneh bagi saya berpakaian demikian,” katanya.

Pihak PokerStars.net mengakui bahwa profesi Trapp sebagai imam gereja ikut mempromosikan acara mereka. Bahkan mereka menyebut acara tersebut sebagai “sebuah cerita tentang bagian Alkitab”. Pihak situs itu juga tidak menanggapi berbagai komentar tentang klaim tersebut.

Trapp menyebut poker sebagai sebuah permainan semata yang menggunakan kartu. “Ini bukan judi. Terserah pendapat orang lain,” katanya. Segala sesuatu, termasuk perjalanan ke Los Angeles, adalah bebas biaya yang diembankan kepada dirinya dan pihak gereja.

Trapp mengatakan Gereja Katolik tidak melihat masalah moral dengan bermain kartu atau permainan untung-untungan yang masuk akal.

”Memang ada yang mempertanyakan hal ini sebagaimana juga hal yang lain,” katanya. “Kami percaya, tidak apa-apa untuk menikmati bir atau segelas anggur, asalkan tidak menyalahgunakannya untuk mabuk!”

Sumber: Associated Press