Inilah Rekor Penculikan Terlama, 18 tahun Diculik

Jaycee Lee Dugard dan sang penculik, Phillip Garrido

Jaycee Lee Dugard dan sang penculik, Phillip Garrido

Inilah kasus penculikan terlama di dunia. Seorang perempuan bernama Jaycee Lee Dugard, yang kini berusia 29 tahun, diculik saat ia berusia 11 tahun. Dengan demikian, ia menjalani penculikan selama 18 tahun! Sebuah rentang waktu yang cukup lama untuk membongkar sebuah aksi penculikan.

Selama ini rekor penculikan terlama dialami oleh Natascha Kampusch, seorang perempuan Austria yang diculik selama 8 tahun. Saat diculik pada tahun 1998, ia berusia 10 tahun. Pada tahun 2008, ia berhasil diselamatkan dari tangan penculiknya, Wolfgang Priklopil (36).

Pada kasus Jaycee Lee Dugard, sang penculik, Phillip Garrido (58), melakukan aksi penculikan itu saat Dugard berada di halte bus di dekat rumahnya, South Lake Tahoe, California, 10 Juni 1991. Saat itu Carl Probyn melihat sebuah sedan yang ditumpangi dua orang berputar arah dan berhenti di depan Dugard yang sedang berdiri di halte bis. Dengan cepat, Dugard dipaksa masuk ke dalam mobil lantas dibawa kabur. Teman-teman sekolah Dugard yang sama-sama berada di halte itu tak bisa berbuat apa-apa.

Menyadari anak tirinya diculik, Probyn mengejar dengan sepeda. Tentu saja pengejarannya tidak berhasil. Sejak itulah, Dugard menjalani hari-hari penculikannya yang mengenaskan. “Saya putus asa waktu itu. Kini mukjizat. Saya berharap ia bisa kembali hidup normal karena hidupnya praktis terhenti sejak usia 11 tahun,” kata Probyn ketika diwawancarai stasiun televisi ABC News.

Aksi penculikan ini mulai terbongkar secara tidak kebetulan saat (24/8) Garrido datang ke Univerisity of California, tepatnya kantor polisi kampus. Kedatangan Garrido itu untuk meminta izin hendak menyelenggarakan sebuah acara keagamaan di kampus yang bertajuk God’s Desire. Dalam proses permohonan izin itulah, Garrido berbicara dengan Lisa Campbell, seorang yang berwenang menangani perizinan kegiatan-kegiatan khusus di kampus California. Campbell mulai menaruh curiga terhadap gerak-gerak Garrido yang janggal. Karena itulah, Campbell meminta Garrido untuk bertemu kembali keesokan pagi.

Dari kecurigaan itu, Campbell memberitahukan perihal Garrido kepada seorang polisi kampus bernama Ally Jacobs. Dengan sigap, Jacobs memeriksa catatan kepolisian perihal Garrido. Akhirnya, Jacobs menemukan data bahwa ternyata Garrido adalah seorang yang masih menjalani pembebasan bersyarat atas kasus pemerkosaan yang ia lakukan sebelumnya. Tak ayal, Jacobs pun memutuskan untuk ikut bersama Campbell guna menemui Garrido.

Keesokan hari, Garrido datang bersama dua perempuan berusia 11 dan 15 tahun yang ia klaim sebagai kedua anaknya. Dalam pertemuan itu, Jacobs melihat bahwa perilaku kedua anak perempuan itu ganjil, sepertinya pikiran kedua anak itu telah dicuci sedemikian rupa, sehingga keduanya tak ubahnya mayat hidup (zombie).

Sebagai polisi, naluri Jacobs tidak begitu saja mempercayai pengakuan Garrido. Keesokan harinya, (26/8), ia pun menghubungi petugas polisi yang menangani kasus pembebasan bersyarat Garrido. Ternyata, diungkapkan bahwa Garrido belum pernah memiliki anak. Petugas itu pun lantas menelepon Garrido dan memintanya datang ke kantor polisi untuk membahas masalah pembebasan bersyarat dirinya. Akhirnya, datanglah Garrido, istrinya, dua perempuan yang diakui sebagai anaknya, dan Jaycee Dugard yang disebut keluarga Garrido bernama Allissa.

Setelah memisahkan dari Garrido dan istrinya, polisi mewawancari Jayce dan kedua anak perempuannya. Dari wawancara itulah, terungkap bahwa perempuan yang disebut bernama Allissa itu adalah korban penculikan 18 tahun silam. Sementara kedua anak perempuan itu adalah anak Jaycee hasil hubungannya dengan Garrido selama berada dalam penculikan. Akhirnya, polisi pun menangkap Garrido dan istrinya yang sangat patuh, Nancy (53) lantas menjebloskan keduanya ke penjara. Sementara Jaycee dan kedua anaknya dipertemukan kembali sang ibu, Terry Probyn.

Dalam penyelidikan lanjutan oleh aparat kepolisian, ditemukan lokasi di Antioch, California, yang selama ini digunakan sebagai tempat penyekapan Dugard dan kedua anaknya. Areal di belakang rumah Garrido diberi pagar setinggi 2 meter dan tertutupi beberapa pohon tinggi. Di belakang rumah itulah, terdapat gudang kedap suara yang hanya bisa dibuka dari luar, toilet, dan tenda. Dengan kondisi sangat tertutup seperti itu pula, tak ada tetangga yang mengetahui jika Garrido menyekap Jayce bertahun-tahun di belakang rumahnya.

Kelainan Psikologis
Phillip Garrido sendiri adalah seorang yang ditengarai mengidap kelainan psikologis. Ia sendiri pernah terlibat kasus penjualan narkoba dan perkosaan. Garrido juga disebut mengidap kelainan seksual. Pada November 1976, ia juga sudah pernah menculik Katherine Callaway Hall, dan membawanya ke sebuah gudang. Di tempat itulah, Garrido memperkosa Katherine. Atas kasus itu, Garrido ditangkap pihak yang berwajib dan sempat mendekam di penjara.

Menurut sang ayah, Manuel, Garrido menjadi “gila” dan sering berperilaku aneh sejak ia mengalami kecelakaan motor pada umur 20-an. Saat ia diadukan ke pengadilan pada 1976, oleh hakim ia diperintahkan untuk diperiksa kondisi kejiwaannya. Menurut pemeriksaan ahli psikologi forensik, Garrido mengidap kelainan seksual karena kebiasaannya mengonsumsi narkotika dan alkohol setiap hari selama empat tahun.

Di kalangan tetangga sendiri, Garrido memang dikenal sebagai penjahat seksual. Karena itulah, ia pun dijauhi oleh para tetangganya. Para orang tua yang tinggal di lingkungan Garrido melarang anak-anaknya untuk mendekati rumah sang penculik itu. Selama ini, secara periodik ia dikunjungi oleh petugas kepolisian yang menangani pembebasan bersyarat dirinya. Meski demikian, para petugas itu tidak menduga jika Garrido masih menyembunyikan korban penjahatan yang ia lakukan di rumahnya itu.