Cara Cek Keaslian Akta Cerai dari Pengadilan Agama

akta cerai palsu

Foto: nasionalnews.id

Jika Anda hendak mendaftar pernikahan di KUA, dan status Anda adalah janda/duda karena perceraian, maka penting sekali bagi Anda untuk mengetahui cara cek keaslian akta cerai yang diterbitkan oleh Pengadilan Agama. Demikian pula bagi rekan-rekan penghulu di KUA yang bertugas memeriksa keaslian dokumen pendaftaran nikah.

Keraguan terhadap keaslian akta cerai menjadi penting jika Anda melakukan proses perceraian tidak secara resmi melalui Pengadilan Agama. Perceraian yang terjadi secara sirri di luar pengadilan hanyalah menghasilkan ketidakpastian hukum. Sikap “yang penting beres” dan “tidak mau repot” biasanya yang menyebabkan orang memilih bercerai secara sirri, tanpa melalui proses pengadilan. Namun justru sikap itu pula yang berakibat fatal.

Selembar kertas yang berisi pernyataan cerai tersebut tidak memiliki kekuatan hukum formal. Hal itu sama persis dengan akta cerai palsu. Saat hendak didaftarkan di KUA, kertas selembar pernyataan cerai/talak atau akta cerai palsu tersebut tidak bisa digunakan. Demikian ini tak ubahnya uang palsu yang tidak laku saat digunakan bertransaksi jual beli. Berikut langkah-langkahnya.

Periksa dengan cermat kualitas kertas akta cerai

  • Apakah ada gambar garuda saat kertasnya diterawang? Jika tidak ada, kemungkinan besar akta cerai itu palsu.
  • Apakah kertasnya terlalu tipis? Apakah kertasnya sangat halus? Jika terlalu tipis dan atau terlalu halus, maka kemungkinan besar akta cerai itu palsu.

Periksa dengan cermat nomor akta cerai atau nomor putusan dari pengadilan agama

Nomor akta cerai dan nomor keputusan menunjukkan jumlah kasus yang terjadi dalam suatu daerah. Cermati kebiasaan jumlah kasus yang terjadi dalam sebuah daerah dengan cara melihat website resmi Pengadilan Agama yang menerbitkan akta cerai.

Misalkan, di Indramayu, jumlah kasus yang ditangani oleh Pengadilan Agama Indramayu rata-rata sekitar 4000 kasus per tahun (kasus tahun 2012). Jika akta cerai itu dikeluarkan pada bulan Desember dengan nomor akta cerai adalah 547, bisa dipastikan bahwa akta cerai itu adalah palsu. Hal itu karena pada bulan-bulan akhir tahun, nomor akta cerai di Pengadilan Agama Indramayu pasti sudah ribuan, karena jumlah kasusnya memang mencapai 4000 dalam setahun. Atau misalkan sebaliknya. Misalnya, nomor akta cerai itu adalah 2513 dan dikeluarkan pada bulan Februari. Hal itu juga tidak mungkin terjadi, karena pada bulan-bulan awal tahun, jumlah kasus yang ditangani belum mencapai ribuan.

Periksa stempel yang terdapat pada akta cerai

Cari akta cerai yang betul-betul asli. Kemudian bandingkan dengan stempel yang terdapat pada akta cerai yang sedang diperiksa. Lihat dan periksa dengan seteliti mungkin, apakah ada perbedaannya. Jika terdapat perbedaan, maka kemungkinan besar akta cerai itu palsu.

Periksa nama susunan dewan hakim dan panitera

Setiap hakim dan panitera tentu memiliki masa jabatan dan tempat kerja tertentu. Periksa apakah panitera atau hakim yang tercantum dalam akta cerai tersebut memang betul-betul pernah bertugas di Pengadilan tersebut? Atau pada tanggal akta cerai itu dikeluarkan,  apakah panitera atau hakim tersebut masih bekerja di Pengadilan Agama? Informasi tersebut bisa Anda peroleh dari website resmi Pengadilan Agama yang mengeluarkan akta cerai.

Periksa lampiran keputusan akta cerai

  1. Setiap keputusan pengadilan agama tentu ada lampiran keputusan yang menguraikan tentang materi kasusnya. Tanyakan kepada yang bersangkutan, apakah sebelumnya diberi lampiran keputusan atau tidak. Jika Akta cerai yang diajukan tidak disertai lampiran keputusan, maka keaslian akta cerai itu perlu dicurigai.
  2. Jika disertai lampiran keputusan, periksa dengan seksama susunan redaksinya. Apakah ada kalimat-kalimat yang janggal yang di luar kebiasaan Pengadilan Agama yang mengeluarkan Akta cerai itu. Akta cerai yang palsu biasanya tidak menguraikan dengan detil latar belakang kasusnya. Akta cerai palsu biasanya menyatakan bahwa keputusan itu diambil secara verstek.

Periksa dengan seksama tanda tangan panitera

Akta cerai palsu biasanya menggunakan tanda tangan yang merupakan hasil scanning komputer, sementara akta cerai asli biasanya langsung menggunakan tanda tangan asli, bukan hasil scanning. Bandingkan tanda tangan yang ada di lembar akta cerai dengan lembar terakhir lampiran keputusan. Periksa dengan teliti apakah kedua tanda tangan itu persis sama atau tidak. Tanda tangan yang asli biasanya ada sedikit perbedaan, misalnya pada lekukan garis. Karena kecil kemungkinan orang bisa menuliskan dua tanda tangannya dengan persis sama. Namun, jika persis sama, berarti tanda tangan itu adalah hasil scanning. Dengan demikian, akta cerai tersebut perlu dicurigai keasliannya.  

Perhatikan proses mendapatkan akta cerai

  1. Apakah sebelumnya Anda pernah ikut sidang ke Pengadilan Agama? Jika tidak pernah, maka AC tersebut perlu dicurigai keasliannya.
  2. Apakah Anda mengambil akta cerai dari Pengadilan, baik langsung Anda sendiri atau orang lain dengan surat kuasa dari Anda? Jika tidak, hal ini perlu diberi perhatian khusus, ada kemungkinan akta cerai tidak asli.
  3. Berapa lama proses sampai Anda memperoleh akta cerai? Jika hanya sebentar, misalkan, satu atau dua minggu, maka akta cerai tersebut kemungkinan besar palsu.
  4. Berapa biaya yang Anda keluarkan untuk mendapatkan akta cerai tersebut. Jika biaya yang Anda keluarkan tidak normal, di luar kebiasaan yang terjadi, baik terlalu murah maupun terlalu mahal, maka Anda perlu mencurigainya sebagai akta cerai palsu.

Cek di website SIPP pengadilan agama

cek akta cerai palsu

Website SIPP PA Jakarta Pusat

Seiring perkembangan zaman dan tuntutan transparansi, setiap pengadilan agama biasanya memiliki situs Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) yang bersifat online. Anda tinggal ketik di Google “SIPP PA” dan tambahkan kota tempat berada pengadilan agama  yang menerbitkan akta cerai tersebut.  Jika sudah muncul laman SIPP pengadilan agama yang diinginkan, tinggal Anda ketik kata kuncinya. Memang tidak semua data ditampilkan, terutama nama penggugat dan tergugat. Tetapi kita bisa melihat kecocokan tanggal, nama hakim dan panitera.

Cek di website Direktori Putusan Mahkamah Agung

cek keaslian akta cerai

Website Direktori Putusan Mahkamah Agung

Selain cek melalui website SIPP Pengadilan Agama setempat, Anda juga bisa cek langsung ke website resmi Mahkamah Agung, di https://putusan3.mahkamahagung.go.id/. Karena website ini berisi data seluruh Indonesia dari semua jenis peradilan, hasil yang ditampilkan bisa sangat banyak. Agar hasil tidak terlalu banyak, Anda mencari berdasarkan nomor putusan saja. Jika tidak tahu nomor putusannya, Anda bisa menggunakan kata kunci nama yang bersangkutan. Setelah itu, nanti Anda persempit hasil pencarian, dengan ceklis klasifikasi perceraian dan ceklis pula nama pengadilan agama yang mengeluarkan akta cerainya. Dalam situs mahkamah agung ini, nama penggugat dan tergugat ditampilkan, tidak seperti di situs SIPP.

Hubungi langsung pihak pengadilan agama

Jika Anda sudah curiga, cara cek keaslian akta cerai yang paling jitu, adalah dengan cara menghubungi lewat telepon pihak Pengadilan Agama yang mengeluarkan akta cerai tersebut. Bagaimanapun, secara formal yang berwenang untuk menyatakan asli atau tidaknya akta cerai tentu pihak Pengadilan Agama yang mengeluarkannya. Minta tolong kepada mereka untuk memeriksa keaslian akta cerai yang dimaksud. Di zaman sekarang, tidaklah susah untuk mencari nomor telepon Pengadilan Agama. Hal itu bisa dicari melalui media internet. Jika memang Pengadilan Agama tersebut sudah memiliki website yang menyediakan database kasus secara online, maka tinggal dicocokkan saja datanya. Periksa apakah nomor dan nama mantan suami/istri terdapat dalam database

Demikian, petunjuk teknis tentang cek keaslian akta cerai. Di waktu-waktu mendatang, mungkin pemalsuan akta cerai semakin canggih, sehingga perlu teknik yang lebih canggih lagi untuk menelitinya. Namun, paling tidak, teknis-teknis di atas bisa menjadi bahan untuk lebih berhati-hati.